Winter of a Twenty Years Old

5 Desember 2012

This is my day hari baru dan juga umur baru. Saat ku terbangun dari tidur lelapku aku beryukur bisa  menghirup udara kehidupan dan yang terpenting sekarang umurku bertambah. Twenty years old  this is not young again but this age of mature. Yap orang bilang umur 20 adalah umur kedewasaan dimana seseorang harus dapat meninggalkan tingkah seorang remaja.

Aku terlahir di bulan Desember bulan dimana bumi bagian barat sedang mengalami musim salju.  Putih, bersih, dingin mungkin itu yang bisa aku deskripsikan tentang salju namun begitu banyak orang menyukai dan menantikan musim salju. Seperti salju sikap ku memang dingin namun dingin bukan berarti tak peduli dengan keadaan sekitar, dingin lebih tepatnya tidak ingin mencampuri urusan orang lain. Musim salju adalah dimana orang membagi kehangatan ditengah-tengah hujan salju yang turun. Aku ingin seperti musim salju itu yang dapat memberikan kehangatan kepada setiap orang.

20 tahun musim salju berlalu begitu cepat, keindahan musim salju selalu terpancar setiap tahun dan keindahan tersebut tak lekang oleh waktu, yap mungkin sampai umurku 80 tahun musim salju akan datang dengan keindahannya, sesuatu berwarna putih akan terus turun memperindah pemandangan dengan warna suci itu. Namun berbeda denganku setiap tahun aku mengalami perubahan,  saat ku melihat cermin ternyata aku telah banyak berubah, perubahan secara fisik maupun pisikolog  itu terjadi setiap tahun. Sikap dinginku seperti lautan salju sedikit demi sedikit telah mencair, cahaya disekelilinggku tak hentinya selalu menerangiku disaat pikiranku mulai ditutupi oleh gelapnya langit. Aku bersyukur karena aku dikelilinggi oleh cahaya-cahaya yang dapat memperlihatkan indahnya kehidupan ini. Namun diantara cahaya-cahaya tersebut aku belum menemukan sebuah matahari yang berwibawa meneranggi bumi, mungkin matahari yang kucari masih tertutupi oleh awan gelap, aku harus menyingkirkan awan gelap tersebut untuk menemukan sang matahari berada. Hanya ada satu cara untuk menyingkirkan awan gelap yaitu aku harus membagi energi-energi baik yang aku punya dengan begitu sedikit demi sedikit awan gelap itu akan memudar dan cahaya matahari akan menerobos awan gelap itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s