FF ‘It’s Hurt’ Part 2 Ending

  • Title :  It’s Hurt
  • Cast  :
    • Taeyang (Dong Yong Bae)
    • IU (Lee Ji Eun)
  • Other cast :
    • Wooyoung
    • Rebbeca
    • Member Big Bang
    • Jiyong
  • Genre : Romance, Love, angst (??)
  • Lenght : Two Shot
  • Rating : PG

IU P.O.V

Baru pertama kalinya aku masuk kedalam club, omona jadi begini suasana club yang orang-orang bilang. Suasana begitu berisik oleh musik yang dimainkan DJ. Ditengah ramainya orang berajip-ajip ria (?) mata ku sibuk mencari namja berambut mohwak.

Damm sesuatu seperti menusuk jantungku saat aku melihat Taeyang oppa berciuman dengan Rebecca. Dalam sekejap mata ku terasa panas dan berkaca-kaca mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tak tahan lagi melihat mereka berdua aku lari keluar meninggalkan mereka, semua ini seperti mimpi buruk bagiku. Air mata ku perlahan jatuh seiring dengan rasa sakit didadaku. Hatiku hancur berkeping-keping, Taeyang oppa mengapa kau melakukan ini semua? Kau menghapus rasa percayaku padamu. Malam ini satu hati telah tersakiti

Taeyang POV

“are you crazy?” bentak ku pada Rebecca, berani-beraninya dia menciumku apa dia tidak waras? Wanita macam apa dia?  aku menyesal karena dulu pernah mencintainya.

“aku mencintaimu Taeyang.” Ucap Rebecca

“tapi aku tidak mencintaimu, AKU MENCINTAI IU!!”

Aku segera meninggalkan wanita gila itu, lama-lama aku didekatnya aku bisa ketularan gilanya.

POV End

 ***

            Pagi itu didorm Big Bang semua member Big Bang sedang menikmati sarapannya kecuali Taeyang yang tidak nafsu makan ia hanya memainkan nasinya.

“yong bae kenapa kau tidak makan nasi mu?” tanya Seunghyun

“aku tidak nafsu makan.” Balas Taeyang, dia menyodorkan badannya kebelakang

“apa ada masalah denganmu young bae?” tanya Jiyong

“aku sedang galau.” Akunya

“whoaaaa seorang Yongbae ternyata bisa juga ngerasain GALAU.” Ucap Seungri yang terkesan menyindirnya

“ya emang kau anggap aku apa? Aku juga manusia yang bisa merasakan galau” balas Taeyang, ia menempelkan pipinya ke meja makan. Begitupun Jiyong yang ada disampingnya melakukan hal serupa.

“apa kau sedang bertengkar dengan IU?” tanya Jiyong

“anii.. dari kemarin malam dia tidak mengakat telepon maupun membalas sms ku padahal aku tidak melalukan kesalahan padanya.”

“jangan terlalu khawatir mungkin nanti siang dia akan mengabarinmu.” ucap Jiyong sambil menepuk pundak Taeyang

***

            Semenjak pulang dari club Haeven IU mengunci diri dikamar, semalaman ia menangis sejadi-jadinya. Kini tisu berserakan dilantai.

“kau harus makan sekarang, aku bawakan ayam goreng kesukaanmu.” Ucap Jiyong.

IU hanya diam, ia menutupi dirinya dengan selimut.

“Kau harus makan sekarang, bukan kan kau perlu energi untuk syuting nanti.” Bujuk Jiyong namun lagi-lagi gagal, IU tidak mengubrisnya.

“terserah kau saja mau makan atau tidak.” Ucap Jiyong pasrah “aku bisa mengerti perasaanmu sekarang tapi itu bukan alasanmu untuk tidak makan.”  Sambungnya

Jiyong meninggalkan sahabatnya itu. IU lagi-lagi menangis dibalik selimut.

***

            Taeyang berjalan tergesa-gesa menuju ruangan Yang Hyuk Suk presiden dari YG Entertainment.  Perasaan Taeyang tidak enak setelah menerima telepon dari bosnya itu. Saat ia masuk ruangan bosnya dua orang namja dan satu orang yeoja telah menunggunya. Dua namja itu adalah Yang Hyuk Suk dan satu lagi orang yang tidak dikenalnya, orang itu tersenyum sinis menyambut kedatangannya sedangakan yeoja itu adalah Rebecca.

“menggapa ada Rebecca disini?” umpat Taeyang

“anyeong haseyo.” Taeyang memberi salam sambil membukukan badanya. Ia segera duduk setelah dipersilahkan duduk oleh bosnya.

Namja yang dari tadi tersenyum sinis pada Taeyang menyerahkan Fhoto pada Taeyang. Ya ternyata fhoto tersebut adalah fhoto dirinya yang berciuman dengan Rebecca.

“apaan ini?” bibir Taeyang bergetar

“apa kau tidak bisa melihatnya? Bukankah yang ada didalam fhoto  itu kau?”

“iya ini aku tapi bagaimana….”

“bisa kau jelaskan ini semua?” Yang Hyuk Suk memotong pembicaraan Taeyang

“………………..”

“kau tahu fhoto ini akan mendapatkan banyak keuntungan bagiku, aku akan menjadi reporter terkenal karena bisa membongkar rahasia percintaan anggota grup big bang.” Ucap namja yang dari tadi tersenyum sinis pada Taeyang yang ternyata adalah seorang paparazi.

“young bae bisakah kau jelaskan ini semua pada kami.” Desak Yang Hyuk Suk. Taeyang tak mampu berkata apapun, sulit untuknya berbicara.

“selama ini kami pacaran.” Suara Rebecca mengejutkan semua orang yang ada diruangan tersebut.

“benarkah?” tanya si paparazi dengan mata berbinar-binar mendengar pengakuan Rebecca yang bisa menguntungkan dirinya.

“Ya kami berdua memang pacaran, tapi tolong fhoto itu jangan dipublish ke masyarakat.” Ucap Taeyang, dia tidak punya pilihan lain selain berbohong agar fhoto tersebut tidak dipublishkan. Dia tidak ingin IU melihatnya, itu akan lebiih menyakitkan IU pikirnya. Rebecca tersenyum puas mendengar ucapan Taeyang.

“oh tidak bisa fhoto ini harus tetap dipublishkan.” Ucap paprazy dengan logat ala sule *jiahhh emang di korea sule terknal?*

“please jangan publish fhoto itu, kau boleh menggantinya dengan fhoto lain.”

“mmm bagaimana ya.” Paparazi itu kini menompang dagunya dengan kedua tangannya. Ide brialpun dengan cepat muncul dikepalanya. “ahai aku akan memotretmu saat kau berkencan dengan Rebecca, aku tunggu kalian malam ini  ditaman, eothokae?” ucapnya

“baiklah jika itu yang kau mau, tapi ingat jangan pernah mempublish fhoto itu.” Ucap Taeyang. Dia segera mengambil kamera milik paparazi itu dan menghapus semua fhoto dirinya.

“ya mengapa kau menghapus semua fhotoku.” Si paparazi tampak marah karena semua aset berharganya telah hilang.

“sekarang kau tidak memerlukan fhoto ini lagi.”

“kau harus membayarnya, malam ini aku tunggu kau ditaman.” Ucap si paparazi, Taeyang hanya mangut-mangut “Marilah kita menjadi partner, aku akan menuliskan berita bagus untuk kalian.” Ucap si paparazi sebelum meninggalkan ruangan Yang Hyuk Suk.

Kini diruangan yang cukup besar itu hanya ada 3 orang, Yang Hyuk Suk tidak terlalu ambil pusing dengan kejadian yang melibatkan anak didiknya, ya dia berbeda dari kebanyakan agency lain yang selalu menuntut artisnya melakukan kehendaknya.

“ini adalah masalahmu aku yakin kau dapat menyelesaikannya.” Ucap presdir YG tersebut lalu ia keluar dari ruanganya.

“maaf telah merepotkanmu.” Ucap Rebecca sebelum Yang Hyuk Suk pergi. Wanita itu memamerkan senyum kemenangannya, keinginanya untuk menjadi kekasih Taeyang telah terwujud. Sedangkan Taeyang yang duduk disampingnya hanya diam, ia sekarang merasa seperti laki-laki pengecut.

“thank you kau mau menjadi pacarku.” Ucap Rebecca yang memecahkan keheningan diantara mereka berdua.

“jangan salah paham dulu kita hanya pura-pura pacaran bukan PACARAN BENERAN.” Terang Taeyang, ia ngeloyor pergi meninggalkan Rebecca yang keliatan kesal dengan ucapanya barusan.

“what you say? Hanya pura-pura pacaran? Lihat saja Taeyang kau akan jatuh dipelukanku.” Batin Rebecca.

***

IU POV

Hari ini semangatku hilang tak tahu kemana, pikiranku terus melayang mengingat kejadian kemarin yang membuat hatiku sakit tak tertahankan.

Nunmuri chaollaseo gogael deureo Heureuji motage tto saljjak useo

Handphone ku berdering aku segera melihat layar handphoneku, lagi-lagi Taeyang oppa mengirim sms padaku, segera aku baca sms tersebut.

kau harus percaya padaku apapun yang terjadi, I Love you so much :*

“bagaimana aku bisa mempercayaimu oppa, kau sendiri yang menghilangkan rasa percayaku padamu?” batinku, Sebulir air mata meluncur cepat dari mata indahku. Lag-lagi aku menangis karenanya.

“tada..” Woyoung oppa mengkagetkanku dengan topeng badutnya, segera aku membasuh air mataku yang keluar.

“oppa kau membuatku kaget saja.” Responku

“wajahmu terlihat pucat dan matamu terlihat bengkak, apa kau menanggis?” Tanya Wooyoung oppa yang sadar ada sesuatu yang berbeda dari wajahku.

“aniyo.. aku hanya kecapekan saja.” Ucapku yang mencoba menyangkalnya.

POV end

***

            Malam ini satu kebohongan akan dibuat oleh Taeyang. Sesuai dengan kesepakatan dengan si paparazi Taeyang pergi ketaman kota untuk membuat skenario besar yang dapat  menguntungkan si paparazi. Ditaman kota sudah ada Rebecca yang duduk manis disebuah kursi kayu menunggu kedatangan Taeyang. Mereka berdua mulai berakting memerankan sepasang sejoli yang sedang dimabuk asmara.

Mereka berjalan menuju mobil Taeyang yang terparkir dipinggir taman. Taeyang menggandeng lawan mainnya itu. Mereka berbincang-bincang sesekali mereka tertawa untuk menunjukan kebahagian pasangan palsu itu. Si paarazi tidak menyinyiakan moment ini, dia segera memotret kemesraan Taeyang dan Rebecca.

“fhoto-fhoto ini adalah asetku yang sangat berharga, lihatlah besok akan ada berita besar yang bakal menggemparkan VIP (fans Big Bang).” Gumam si paparazi sambil tersenyum puas.

Sesampainya di mobil euforia berubah, tak ada lagi kemesraan yang terjalin. Taeyang segera meluncurkan mobil audi warna hitam miliknya agar segera menghilang dari pantauan paparazi. Hening menemani suasana didalam mobil, mereka berdua sibuk dengan pikirannya sendiri, Taeyang yang sibuk memikirkan keadaan IU sedangkan Rebecca sibuk mencari cara agar Taeyang bersikap manis padanya.

“Taeyang bagaimana kalau kita makan malam untuk merayakan hari jadi kita.” Ucap Rebecca yang memecahkan keheningan

“………………..” Taeyang tidak mengubrisnya

“please Taeyang, kita harus merayakan ini.” Ucap Rebecca yang kali ini seperti anak kecil yang merengek minta dibelikan permen.

“baiklah kau mau makan dimana?” ucap Taeyang datar

Mobil audi hitam milik Taeyang segera mluncur ke restouran pilihan Rebecca. Tak perlu waktu lama untuk menuju kesana dalam sepuluh menit mereka telah sampai direstouran yang terkesan mewah.

“bisakah kau membukakan pintu untukku?” ucap Rebecca sebelum turun dari mobil, ya dia ingin diperlakukan seperti seorang putri.

“gunakan saja tanganmu, jika tanganmu sudah tidak berfungsi lagi baru aku akan mebukakan pintu untukmu.” Balas Taeyang.

“aishh kau ini.” Umpat Rebecca, dengan kesal ia turun dari mobil. Begitu Rebecca turun dari mobil, Taeyang segera menancapkan gas membawa mobilnya meninggalkan Rebecca.

“ya Taeyang kau mau kemana, menggapa meninggalkanku sendiri?” teriak Rebecca namun mobil Taeyang meluncur dengan cepat.

Mobil Taeyang meluncur menerobos keramaian kota metropolitan. bulir-bulir air mata meluncur cepat dari mata sipitnya, ia menangisi kebodohannya, kebodohannya yang akan melukai perasaan IU. Dia merasa seperti lelaki pecundang sedunia karena telah membohongi semua orang, tak ada lagi yang bisa ia lakukan sekarang kecuali berbohong. Malam ini satu hati telah terluka.

***

            Keesokan harinya berita bertajuk ‘Skandal Taeyang’ telah menyebar luas kepunjuru dunia. Dimedia cetak maupun media electronik berita tersebut selalu menjadi topik utama. Berita tersebut cukup menggemparkan VIP, banyak VIP khususnya penggemar Taeyang tidak terima sang idola mempunyai kekasih namun ada juga yang mendukungnya.

Sejak tadi pagi wartawan telah menunggu didepan kantor YG Entertainment untuk mendengar pernyataan dari Taeyang namun sampai hari menjelang malam Taeyang tidak menunjukan batang hidungnya kehadapan wartawan. Ya Taeyang belum siap menerima pertanyaan yang akan dilontarkan wartawan untuknya.

Dua hari berlalu skandal Taeyang masih menjadi buah bibir masyarakat. Taeyang maupun IU sangat terpukul dengan maraknya berita tersebut. Taeyang tampak mengalami depresi dengan berita tersebut, dirinya sering mendapatkan teror dari fansnya salah satunya bloody letter yang berhasil membuat Taeyang merinding ketakutan.

***

            IU menatap bayangan wajahnya di kaca dengan tatapan kosong, si make up artis sibuk mendandani IU sebelum tampil di acara ‘Immortal Song 2’. Si make up artis berhasil menutupi wajah IU yang pucat. Hari ini adalah hari pertamanya tampil di variety show  ‘Immortal Song 2’, sebuah acara baru di KBS.

IU menyanyikan lagu ‘Good Person’ dari Super Junior. Dengan iringan piano IU menyanyikan lagu tersebut dengan baik. (Good Person)

Oneureun museun irin geoni, ureoteon eolgul gateun geol

Geuga neoye ma eumeul apeuge haeni, naeyegen sesang jelso junghan neo inde

Japangi keopireul nae mireo geu soge gamchwo on nae mameul dama

Gomawo, oppan neomu joheun saramiya geu han madiye nan useul ppun

Hokshi neon giyeok hago isseulkka, nae chingu hakgyo ape nolleo wateon nal

Urideul yeonin gata jang nan chyeosseul ttae neon usseogo nan bamji saewoji

                penoton terpukau melihat penampilan IU, Begitu pun para peserta Immortal Song 2 yang lainnya, mereka menyadari suara IU benar-benar merdu.

Saat menyanyi sesosok bayangan Taeyang muncul memenuhi otaknya. Lagu ini mengingatkan dia pada sosok Taeyang yang menurutnya adalah good person. Bulir air mata jatuh mengenai pipi indahnya.  Dia mencoba agar tidak menangis saat bernyanyi namun nihil.  Penonton yang melihatnya ikut terbawa suasana haru

Niga useumyeon nado joha neon jang nanira haedo

Neol gidaryeoteon nal neol bogo shipdeon bam naegen beokchan haeng bok gadeukhande

Naneun honja yeodo gwaen chanha neol bolsuman itamyeon

Neul neoye dwiyeseo neul neol bara boneun geuge naega gajin mokshin geoman gata

Riuh rendah tepuk tangan penononton terdengar bergema saat IU selesai menyanyi. IU segera pergi meninggalkan panggung karena air matanya terus menggalir deras. Ia sudah tidak bisa menahanya lagi dia membiarkan air matanya jatuh bertransformasi menjadi aliran sungai.

Jiyong yang menonton IU dikursi penonton segera menumuinya, dia mendapati IU yang sedang menangis sendirian diruang make up. Jiyong segera menutup pintu dan mengunci ruang make up agar tidak ada yang dapat melihat IU menangis. IU memelukku sahabatnya itu, mungkin bahunya bisa menompang dirinya yang lemah. IU menangis sejadi-jadinya dibahu Jiyong, sahabatnya itu hanya bisa mengsusap pelan rambutnya.

“………………………..”

“berhentilah menanggis IU ah, kau tidak bisa menangis terus menurus seperti ini.” Ucap Jiyong pelan

Jiyong menceritakan sebuah dongeng agar IU bisa mendapatkan pencerahan.

suatu hari ada empat buah lilin yang menyala dalam sebuah ruangan yang gelap. Lilin pertama berkata “Aku adalah damai. Namun, manusia tak mampu menjagaku maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” lilin damaipun padam. Lilin kedua berkata “aku adalah iman. Tapi, aku tak berguna lagi. Manusia tidak ingin mengenalku. Tak ada gunanya aku tetap menyala.” Lilin imanpun padan. Kini lilin ketiga berkata. “aku adalah cinta. Tapi tak mampu lagi aku tetap menyala. Mereka saling membenci bahkan mereka membenci yang dicintainya.” Maka tak lama matilah lilin ketiga. Lalu tiba-tiba seorang anak saat ia masuk kedalam kamar dan melihat ketiga lilin telah padam. Karena takut dalam kegelapan, anak itu berkata, “apa yang terjadi? Kalian harus tetap menyala! Aku takut berada dalam kegelapan!!” lalu ia menanggis tersedu-sedu. Dan dengan terharu lilin keempat berkata. “jangan takut, janganlah menanggis. Selama aku masih menyala, kita dapat menyalakan ketiga lilin lainya karena aku adalah lilin HARAPAN.” Dengan mata bersinar sang anak mengambil lilin harapan, lalu menyalakan kembali ketiga lilin lainnya dengan penuh suka cita dan terang kembali hadir. Apa yang tidak pernah mati adalah HARAPAN yang ada dalam diri kita yang senantiasa mampu menghidupkan kembali iman, damai dan cinta  (dikutip dari novel Quartet life’s tale)

                “gomawo ceritanya tapi biarkan malam ini aku puas menangis, besok aku janji akan menjadi IU yang ceria lagi.” Ucap IU terbata-bata.

***

 (backsong : Baby I’m Sorry by Taeyang  )

Ditempat lain, semua member Big Bang berkumpul diruang tengah kecuali Taeyang karena sedang menghadiri konferensi press. Member Big Bang tampak prihatin dengan keadaan Taeyang sekarang sekarang ini, mereka dapat merasakan penderitaan sahabatnya itu.

Selang beberapa menit kemudian Taeyang telah kembali kedorm, ia ngeloyor kekamarnya. Bruukkk Taeyang membanting pintu kamarnya dengan keras. Member Big Bang yang lain tampak kaget, mereka segera menghampiri Taeyang namun Taeyang sudah lebih dulu mengunci kamarnya. Tidak ada suara didalam kamar hanya terdengar suara air.

“young bae cepat buka pintunya!!”  teriak Jiyong berkali-kali

“ya hyung kau kenapa? Cepatlah buka pintunya!” Daesung ikut bersuara

“tidak ada cara lain selain mendongkrak pintu ini.” Ucap Seung Hyun. Segera dia mendorong pintu itu dengan sekuat tenaga hingga terbuka. Mereka mendapati Taeyang yang duduk lemas dibawah guyuran air dari shower.

“gwecana?” tanya Seungri, badan namja berambut mohwak itu menggigil hebat, air matanya telah bersatu dengan guyuran air.

“ya young bae apa kau gila? yang kau lakukan sekarang tidak akan mengubah keadaan hanya akan menyakiti dirimu sendiri.” Ucap Seung Hyun dengan nada yang keras terdengar seperti memarahinya.  Jiyong segera memeluk namja lemah itu, badannya terasa dingin.

“Jiyong mengapa tuhan tidak adil padaku, aku hanya mencintai IU mengapa tuhan mengirimkan Rebecca disaat aku bersama IU ” bibir Taeyang bergetar.

“Cara Tuhan memperlakukanmu terkadang membuat kamu berpikir Tuhan tidak adil, tapi disadari atau tidak itulah yg terbaik untukmu ” ucap Jiyong dengan bijak

“apa yang harus aku lakukan saat ini?”

“kau hanya perlu mendengarkan isi hatimu sendiri.”

Tiba-tiba saja Taeyang tidak sadarkan diri dipelukan Jiyong, badannya yang lemah segera dibawa kekasur. Diluar Taeyang boleh saja terlihat  tegar namun didalamnya dia lemah.

***

                (backsong : It’s Ok by f(x) )

Keesokan harinya IU kembali menjadi gadis ceria lagi, dia berjanji mulai hari ini tidak akan ada lagi air mata yang jatuh dari mata indahnya. IU sedang menikmati es krim disebuah toko es krim langganannya, sudah lama sekali rasanya ia tidak menikmati Rasberry white chocolate .

“wahh Rebecca beruntung sekali bisa mendapatkan Taeyang oppa.” Ucap seseorang yang duduk diseberang IU, IU samar-samar mendengar perkataan gadis tersebut.

“aku sangat iri pada Rebecca, ia cantik, badanya bagus. Taeyang oppa benar-benar bisa memilih wanita secantik Rebecca.” balas gadis berambut pendek.

Damm percakapan dua gadis itu membuat IU teringat kembali pada Taeyang, tiba-tiba Wooyoung memasangkan earphone ke telinganya dan memutarkan lagu untuknya. Kini IU tidak dapat mendengarkan percakapan dua gadis itu. IU tersenyum pada Wooyoung seolah-olah berterimakasih kepadanya.

“lagu itu adalah lagu kesukaanku, apa kau suka?” ucap Wooyoung

“lagunya bagus, aku menyukainya.” Balas IU. “Oppa aku ingin sekali jalan-jalan naik motor, apa kau mau menemaniku?”

“tentu saja, hari ini aku akan membuatmu bahagia.”

Wooyoung segera mengajak IU berkeliling kota Seoul menggunakan motor  BMW S1000RR.. Wooyoung memasangkan helm kekepala IU, gadis itu segera duduk dibelakang Wooyoung.

“are you Ready?” tanya Wooyoung

“ne.” Jawab IU, segera Woyoung menyalakan motornya dan motor  BMW S1000RR itu melaju dengan cepat sontak membuat IU kaget.

“ya oppa bisakah kau mengendarainya pelan-pelan.” Komentar IU, Wooyoung malah menambah kecepatan motornya

“aaaaaaaaaaaa.” Teriak IU.

Lama-lama IU bisa merasakan sensasi ngebut-ngebutan (?). semua pikirannya tentang Taeyang hilang terbawa angin yang menyapu dirinya. Cukup lama berkeliling kota IU kelelahan, ia tertidur dipunggung Wooyoung.

“aku memang  tidak bisa menjadi pensil untuk menulis kebahagiaan bersamamu  IU, namun aku bisa  menjadi penghapus utk menghapus kesedihanmu.” Gumam Wooyoung dalam hati.

Hari mulai gelap Wooyoung mengantarkan IU pulang. Motor  BMW S1000RR milik Wooyoung berhenti dirumah IU.

“IU sudah sampai.” Wooyoung memberitahu IU, gadis dibelakang Wooyoung segera turun dari motor.

“gomawo oppa kau sudah memberi kesempatan padaku untuk merasakan jadi pembalap.”

“cheonmaneyo, lain kali giliran kau yang meboncengku.” Ucap Wooyoung

“kau harus siap-siap mati kalau dibonceng olehku.”  Ucap IU, membuat mereka tertawa. “oppa aku masuk kedalam dulu, sekali lagi terima kasih ya.” IU membalikan badanya dan mulai melangkah meninggalkan wooyoung, baru satu langkah IU memanggilnya

“IU”

“waeyo?”

“kau harus mengembalikan helm ku dulu.”

“ohh, mianhae.” IU melepaskan helmnya segera ia kembalikan pada Wooyoung. Dalam sekejap motor Wooyoung menghilang dari hadapan IU.

***

(backsong : So.. Goodbye by Jonghyun )

Taeyang P.O.V

Hari ini tidak sengaja aku bertemu dengan IU disebuah stasiun televisi. Dia terlihat baik-baik saja, dia sama seperti dahulu seorang gadis periang.

“annyeong lama tidak bertemu.” Sapa IU sebiasa mungkin. Aku membungkukan badanku untuk membalas sapaannya.

IU  bersiap berlalu dari hadapanku, ucapanku menahan langkahnya

“Mianhae…” ucapku tersedat

IU membalikan badannya dan terdiam menunggu lanjutan kalimatku

“mianhae karena aku telah melukai hatimu, aku terpakasa melakukannya untuk seseorang.”

Mataku berkaca-kaca tak sanggup melanjutkan ucapanku. Aku melihat kearah IU. Matanya juga dipenuhi air mata yang tertahan

“gwecana oppa, aku sudah bisa menerimanya”

Kemudian IU mengulurkan tangannya, ia menyodorkan untuk bersalaman. Aku dengan kikuk menjulurkan tanganku. Kami pun bersalaman dengan canggung

“take care, kau harus hidup bahagia dengan Rebecca untuk ku.” Ujarnya lirih

“mianhae……….” tidak ada kata-kata lagi yang keluar dari mulutku kecuali mianhae. Aku melepaskan kepergiannya dengan air mata.

IU berbalik dan melangkah lunglai meninggalkanku. Aku memandang punggungnya yang semakin mengecil hingga tak terlihat lagi olehku.

***

                3  bulan kemudian

IU POV

Sesudah latihan dance biasanya aku selalu membaca majalah, aku meraih sebuah majalah yang tergeletak dimeja. Aku membuka halamannya satu persatu, mataku terbelalak melihat model dari majalah tersebut

Aishh menggapa nenek lampir itu berpose mesra dengan Taeyang oppa. Jujur aku masih cemburu jika melihat pasangan ini, ya aku masih menyimpan rasa pada Taeyang oppa. Tak peduli seberapa sakit aku melihatnya aku tetap mencintainya. Aku sendiri bingung apa yang membuat aku tidak bisa melupakannya. Ide jailpun melintas di kepala ku, aku segera mengambil sebuah spidol dan dengan cepat aku mencoret-coret gambar nenek lampir itu. Aku tertawa puas dengan hasil gambarku, mmm aku memang jago menggambar, membuat  jadi jelek maksudnya, kekeke. Aku membuka kembali halaman berikutnya yang ternyata isinya interview  dengan Taeyang. Aku membacanya dengan seksama

(backsong : you’re my by Taeyang )

Q :Apa yang membuatmu suka pada Rebecca?

A :Aku menyukai suaranya yang merdu, saat aku  mendengarkan suaranya hatiku  menjadi tenang.  wajahnya yang selalu ceria bisa menjadi obat penghilang rasa capek ku.

Q: Bagian mana yang palling kau suka dari Rebecca? 

A: Aku menyukai hidungnya yang pesek, itu membuatku gemas padanya

Q: Hidung Rebecca tidak terlihat pesek kok?

A : Segitu terlalu pesek untukku

Q : Bagaimana anda menyatakan cinta kepada Rebecca?

A :Malam itu saat aku pulang dari Jepang ia menungguku didepan dorm, dia menyanyikan laguku sambil memainkan gitar. Dia sempat kaget saat aku datang dengan perempuan lain, dia langsung pergi meninggalkanku namun aku berhasil mencegahnya. aku mengakui kalau selama ini aku menyukainya dan dia mencium pipiku.

Q : Wahh itu sangat romantis, kapan pertama kali kau menciumnya?

A :Sekitar tiga bulan yang lalu. Kami berciuam dibalkon, dimalam hari yang indah dan ditemani bulan dan bintang. Ciuman itu adalah ciuman pertamanya

Q : Hal apa saja yang selalu kalian lakukan saat berkencan?

A : saat kita berkencan dia selalu mengajariku bermain gitar dan aku selalu mengajarinya bermain piano

Q :  Apa yang membuat anda bisa mempertahnkan hubunganmu dengan Rebecca?

A : aku selalu ingat ucapan dari Anynomous ‘saat kamu ingin melepaskan seseorang, ingatlah pada saat kamu ingin mendapatkannya. Saat kamu tidak mencintainya, ingatlah pertama kamu jatuh cinta kepadanya. Saat kamu bosan dengannya, ingatlah saat terindah bersamanya. Saat kamu ingin menduakannya, bayangkan bahwa dia selalu setia. Maka kamu akan merasakan betapa berartinya dia.

Aku terharu membacanya, orang yang diceritakan Taeyang oppa adalah aku. Oppa apa kau masih mencintaiku?

“kau sedang memikirkan Taeyang ya?” suara seorang gadis mebuyarkan lamunanku, aku menoleh kesamping ternyata Jihye eoni sudah duduk disampingku, dia adalah backdancer Taeyang oppa, aku dan dia lumayan akrab karena dia pernah jadi backdancer ku juga.

“anii.” Aku menyangkalnya. Aku segera menutup majalah, kyaa kenapa aku jadi salah tingkah?. Jihye eonni membuka majalah yang aku baca tadi dan dia tertawa kecil. Sepertinya dia tahu kalau aku berbohong

“gajimal, kau masih menyukai Taeyang kan?” godanya yang berhasil membuat pipku merah “Sebenarnya dia tidak pacaran dengan Rebecca, dulu Taeyang memang menyukai Rebecca tapi sekarang dia sudah tidak suka lagi. “

“memangnya menggapa Taeyang harus berpura-pura pacaran dengan Rebecca?” tanyaku penasaran

“aku akan menceritkan kepadamu tapi kau jangan bilang siapa-siapa ya?”

“ne, cepat katakan.”

Jihye eonni segera memberitahu semuanya padaku, aku tertegun mendengarnya. Omona ternyata Taeyang oppa melakukan ini untukku, dia tidak ingin aku melihat fhotonya yang berciuman dengan si nenek lampir itu. Dasar nenek lampir jahat menggapa kau mencium Taeyang? Kau sudah membuat hidup ku dan Taeyang oppa hancur. Aku baru tahu ternyata selama ini Taeyang oppa lebih menderita daripada aku.

Pov end

***

Hari ini adalah premier film perdana Rebecca, member Big Bang menghaadiri acara tersebut untuk meberi ucapan selamat. Para penonton film itu yang kebanyakan VIP menyambut kedatangan idolanya saat member Big Bang memasuki area bioskop. Rebecca dengan genitnya menggandeng Taeyang. Tak ketinggalan para wartawan mengabadikan momen itu dengan kameranya.

Sesudah film selesai Taeyang segera meninggalkan tempat itu, dia berencana untuk menemui IU. Rebecca celingukan mencari Taeyang.

“Seungri apa kau melihat Taeyang?” tanya Rebecca

“dia baru saja pergi.” balas Seungri.  Rebecca segera mengejar Taeyang namun mobil Taeyang telah meluncur

“yaa Taeyang mengapa kau meninggalkanku?” teriak Rebecca kesal

***

Hari ini syuting terakhir ‘we got married’, ya milky couple akan berakhir malam ini. Karena hari ini adalah episode terakhir maka pihak acara tersebut memilih Vivaldi Park  sebagai lokasi syutingnya.

Syuting telah berakhir, IU duduk dibangku sambil menikmati coklat panasnya. Wooyoung yang duduk disebelahnya tiba-tiba memasangkan sebuah kalung cantik keleher IU, perempuan dihadapan Wooyoung tampak terkejut. Wooyoung loncat dari tempat duduknya, kini dia berlutut dan memegang tangan IU.

“Saranghae IU, maukah kau menjadi yeojachingu ku?” aku Wooyoung. IU terkejut dengan pengakuan wooyoung barusan.

***

Taeyang POV

Aku melihat semuanya, ya Wooyoung lebih baik daripada aku, dia bisa mebuat IU tersenyum daripada aku yang hanya bisa menyakiti perasaannya. Tak ingin melihatnya lama-lama aku segera meninggalkan IU dan Wooyoung.

Aku membawa mobil Audi kesayanganku melaju menerobos malam yang dingin. Mata ku memperhatikan perempatan lampu merah yang sepi. Mobil ku bergerak pelan saat lampu berubah menjadi merah. Aku tersenyum jail dan tiba-tiba terlintas ide gila. Tanpa berpikir lagi aku menorobos lampu merah.

Hahaha aku tertawa puas, bisa juga seorang young bae yang taat terhadap peraturan, malam ini  menerobos lampu merah. Ya biarkan saja aku perlu sensansi dari hari-hariku. Beberapa detik kemudian terdengar suara sirine dari motor polisi, aku melihat kekaca spion dan melihat dua orang polisi mengejarku menggunakan motor besarnya. Aku menambahkan kecepatan mobilku, bosan dikejar wanita gila itu, kali ini aku dapat merasakan sensasi berbeda dikejar-kejar polisi. Lebih memacu adrenalin dan memacu degup jantung.Motor polisi itu semakin dekat, Sirene yang menyala mengundang perhatian mobil-mobil lain. Ia meraung-raung geram tak sabar ingin menangkapku.

aku membanting setir saat melihat anak kecil menyebrang. Wajah polosnya  tampak ketakutan terkena silau lampu dari mobilku. Tak berpikir panjang aku segera mebanting setir kekanan.

Bruukk mobil audi ku dengan mulus menabrak pohon besar dipinggir jalan.

Kepalaku terasa pusing, penglihatanku semakin buram, darah segar mengucur dari jidatku. Badanku terasa sakit, remuk dan dalam sekejap aku tak sadarkan diri.

***

IU POV

Aku mebuka kembali kalung yang dipasangkan oleh Wooyoung dan mengembalikannya.

“mianhae oppa aku tidak bisa menerimamu.” Ucapku, aku menatap wajah Wooyoung yang menghiasi hari-harikuselama ini. Matanya dipenuhi air mata yang tak tertahankan

“kau bisa memberitahuku alasannya?” tanya Wooyoung

“kau terlalu sempurna oppa, kau tampan, baik, dan kau sangat memahai perempuan. “ ucapku. “Kau lebih baik jika menjadi oppa ku.”

Wooyoung oppa menghapus air matanya yang jatuh, dia memalingkan wajahnya ketempat lain agar air matanya tidak terlihat olehku.

“oppa..” panggilku lirih, aku tertunduk karena merasa bersalah

“Gwecana IU,”  Ucap Wooyoung. “aku akan menjadi oppa mu yang paling baik untukmu”  dia tersenyum kepadaku.

“gomawo oppa.” Wooyoung mengacak rambutku pelan.

***

 

Aku berlari menyulusuri koridor rumah sakit, tadi Seungri oppa meneleponku bahwa Taeyang oppa kecelakaan. Aku langsung kembali ke Seoul untuk melihat keadaan Taeyang oppa. Aku menemukan member Big Bang duduk didepan sebuah ruangan.

“bagaimana keadaan Taeyang oppa?” tanyaku penasaran

“sekarang dia kritis.” Ucap Seungri lirih, aku langsung duduk lemas dilantai mendengarnya. Air mataku sudah tak terbendung lagi. Air mataku meluncur cepat membasahi pipiku.

“sekarang kita harus berdoa untuk kesembuhannya.” Ucap Daesung oppa. Semua member Big Bang menghampiriku, kami saling berpengangan tangan untuk  menguatkan kami berlima. Dalam keheningan kami berdoa bersama-sama untuk kesembuhan Taeyang oppa.

***

                Tiga hari berlalu namun Taeyang Oppa belum sadarkan diri. Dokter memberitahukan bahwa luka dikepalanya sangat parah kemungkinan besar dia akan kehilangan ingatanya. Aku memandang Taeyang oppa yang terbaring lemah dengan berbagai alat menempel di badannya. Hatiku sakit melihatnya, andai saja aku dapat menggantikan oppa, kau tidak akan merasakan sakit ini bukan?

“sudah malam sebaiknya kau pulang, biar malam ini aku yang menjaga Taeyang.” Ucap Seungri oppa.

“anii oppa, biarkan malam ini aku yang menjaganya.” Aku memohon pada Seungri

“ya sudah kalau itu mau mu, kalau ada apa-apa segera hubungi aku!”

“ne”

Dalam sekejap Seungri oppa sudah menghilang dari hadapanku. Malam ini aku ingin berada disamping Taeyang oppa, aku ingin ketika dia bangun dia melihatku. Hari semakin malam,  aku hanya memandangi taeyang oppa yang lemah. Aku meraih gitarku, aku melantunkan sebuah lagu berjudul ‘Waiting’.

neol gidarida honja saenggakhaesseo

tteonagan neon jigeum neomu apa

dasi naegero doraol gil wie ulgo itdago

neol baraboda mundeuk saenggakhaesseo

eoneunal haneuri balgajimyeon

 

machi tteonatdeon nalcheoreom gamanhi neoneun naege ogetji

nae ape inneun neo

nega dasi nareul bol sun eobseulkka

neoui du nun soge naneun eopgo

iksukhaejin sonjitgwa anggeumgateun misoman

huimihage namaseo nareul ulge hajiman

neoneun dasi naege doraolgeoya

neoui mami dasi nal bureumyeon

jujeomalgo dorawa ne nunapui nae aneuro

yejeoncheoreom neol anajulten

While I was waiting for you,

I’ve been thinking that you’re so painful after you left me.

So you’re crying on the way back to me.

When I look at you, I hope.

On a clear day you will come back to me just like when you left me.

Can’t I see you again?

I can’t see me In your eyes

Comfortable waves and remains of the smile make me cry.

You’d come back to me

Don’t hesitate to come to my arms if your heart called me

I’ll hug you like I did before.

***

Taeyang POV

Silau matahari dari sela-sela jendela membuatku kesulitan membuka mata dengan sempurna. Dalam sekejap aku meringis kesakitan karena sekujur tubuhku terasa sakit, kepalaku agak sedikit pusing. Aku melihat seseorang tertidur disampingku, lengannya menggengam tanganku yang dingin.

“IU.” Ucapku pelan. IU terbangunkan oleh ucapanku

“oppa kau sudah sadar?”

“aku dimana?” tanyaku linglung

“kau dirumah sakit oppa, apa kau ingat aku?”

“iya aku ingat, kau adalah pacarku.”

IU langsung memeluk ku, dia menangis tersedu-sedu dibahu ku

“oppa kau gagal jadi scumacher” ucapnya. “kau sudah gila ya ingin mengakhiri hidupmu? Kau tahu semua orang mengkhawatirkan keadaanmu, ibumu, member big bang, menejermu, dan fans mu. Apa kau tidak memikirkan bagaimana sakitnya mereka melihat kau terbaring lemah disini.” IU memukul pelan punggungku.

“aww sakit.” Rengek ku, IU melepaskan pelukannya

“sudah jangan menanggis lagi sekarang aku sudah sembuh.” Ucapku sambil membasuh air matanya yang jatuh kepipi merahnya.

Aku menatap matanya yang masih berair, dia juga menatapku. Aku memegang kedua tangannya.

“mianhae..” lagi-lagi aku mengeluarkan kata itu

“sudahlah oppa jangan bilang mianhae lagi, aku sudah tahu semuanya, kau tidak salah oppa.”

“sinca?” aku tak percaya mendengarnya. Dia menganggukan kepalanya. “kau mau menjadi pacarku lagi tidak?”

“ne, sampai kapapun kita tidak akan pernah putus.” Ucapnya dengan mantap. Aku bahagia mendengarnya. Aku mencium punggung tangannya.

The one who gave me the gift of love thats you

The one person who gave me dazzling love that’s what you are

To you was looking at me, I’ll singing a song just for you

You’re my candy

You’re lollipop candy

I really wanna kiss you

I really wanna love you

9 thoughts on “FF ‘It’s Hurt’ Part 2 Ending

  1. Ping-balik: Taemtaem's Blog
  2. aisy berkata:

    kyaaa baguus sekalii, sampe kebawa perasaan bacany, ampe ikutan nangis juga :’)
    jadi film pasti kereeen, cepet masuk layar lebar yaa hehe🙂
    good job😀 like this much :3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s